Postingan

TARAKAN, KOTA BERLIMPAH CAHAYA

Gambar
Pernahkah anda mendengar kota Tarakan? Inilah kota disebuah Pulau Kecil ujung utara Pulau Kalimantan. Tepatnya merupakan bagian provinsi Kalimantan Utara.  Kota ini terbilang unik. Tidak terlalu luas secara geografis. Tapi aktifitas penduduknya cukup ramai. Bangunan rumah dan toko-toko berjejer rapi disisi kanan maupun kiri, adalah pertanda kota di pulau kecil ini terbilang padat penduduk. Maka tak ayal, jika Tarakan menjadi kota terbesar dan paling maju di Provinsi Kalimantan Utara.

FLP, Kekecawaan dalam Ingatan

Gambar
Dahulu sekali saya pernah daftar FLP. Tepatnya di FLP Cabang dimana kampus saya berada. Itu sekitar 9 tahun silam. Zaman masih berstatus mahasiswa baru. Seperti kebanyakan organisasi mahasiswa yang membuka Open Reckruitmen di momen penerimaan mahasiswa baru. FLP Cabang ini pun demikian. Sekalipun bukan berstatus ormawa, nuansa organisasi kepenulisan ini tak ingin kalah gesit merekrut anggota baru terasa sekali. Pamflet OR FLP Cabang ini pun ditempel dibeberapa Majalah Dinding (Mading) kampus. Khususnya di spot-spot strategis yang ramai lalu-lalang mahasiswa. Setelah puas lihat berulang kali pamfletnya di Mading, saya pun mendaftar. Usai jam mata kuliah siang, saya diantar teman ke sekretariat FLP langsung, yang jaraknya dari kampus mungkin tak lebih dari setengah kilo meter.

Back to soul, to be writer!

Gambar
Oleh. Iqbal Themi* Banyak motivasi orang mengapa harus menulis. Mulai dari sekedar beraktualisasi hingga yang berharap tambahan materi. Masing-masing penulis tentu punya "value" dalam membuat tulisannya. “Value” penulis dalam menulis inilah yang menjadi “role model” secara tidak langsung, bagaimana sebuah tulisan dirampungkan dengan ragam pendekatan atau gaya bahasanya. Tidah hanya terbatas disitu, target pembaca yang dibidik juga menjadi pertimbangan penting bagi seorang penulis.

Tentang Kereta Api dan Kereta Politik

Gambar
Oleh. M. Iqbal Themi* Pertanyaannya, kereta mana yang paling mengenakan ditumpangi? Kereta api kah atau kereta politik? Menjawabnya tentu kita tak bisa melepas dari apa yang disebut fenomena lapangan. Iya, fenomena yang terjadi pada kedua kereta tersebut secara kekinian. Bagi yang pernah mengalami naik kereta api, tentu bisa membayangkan bagaimana gerbong kereta api itu berjalan. Bermula dari stasiun sebagai titik awal keberangkatan, menanti penumpang. Penumpang yang telah memiliki tiket, masuk ke area dimana kereta berada. Lewat pintu masuk dan karcis diperiksa, oleh petugas.

Memanusiawikan Politik

Gambar
Oleh. M. Iqbal Themi*  Mengapa “politik” saat ini menjadi semakin tak manusiawi? Semata identik dengan prosesi perebutan kekuasaan yang culas, kejam dan selalu berakhir dengan happy ending korupsi.   Sebuah pendangkalan makna politik yang demikian parahnya.   Tak dipungkiri, saat mendengar kata “politik” banyak orang seketika menjadi sinis. Pikirannya tertuju pada spanduk dan baliho yang terpasang semerawut, arak-arakan masa, saling serang antar masa pendukung, saling jatuhkan dalam merebut/mempertahankan kekuasaan. Para pejabat yang korup, money politic dan hal sejenis lainnya. Akibatnya, “politik” pun semakin hari semakin tak manusiawi. Seolah tak lagi enak didengar, tak lagi pantas diucapkan, juga tak lagi layak dikerjakan. Karena “politik” telah berubah haluan. Bertentangan dengan kodrat manusia sebagai pemimpin semesta alam.

Momentum Hijrah Politik

Oleh. M. Iqbal Themi* Maka dalam konteks menyongsong pesta demokrasi 2014, juga merupakan momentum melakukan hijrah berpolitik bangsa Indonesia. Yakni: berhijrah dari cara-cara berpolitik kotor yang penuh money politic, umbar janji kosong, dan penuh intrik kecurangan menuju cara-cara politik sehat yang humanis, sarat gagasan, dan mengedepankan kejujuran dan integritas. Momentum penyambutan tahun baru, sudah lazim diwarnai dengan suasana malam yang gegap gempita, riuh dan penuh sorak sorai. Berbagai event perayaan pun dihelat, mulai dari keriuhan meledakan petasan ke angkasa, menyalakan kembang api hingga saling adu keras suara terompet tepat di malam pergantian pukul 00.00 WIB. Event perayaan penyambutan tahun baru semacam ini, bukan hanya ditemukan di Indonesia, melainkan semua negara seakan tak ada yang ingin tertinggal, larut dalam perayaan pergantian tahun baru.

Agar tak GALAU Pilih Jurusan Kuliah

Gambar
(Sharing untuk adik-adik SMA yang baru Lulus dan hendak Kuliah) Oleh: M. Iqbal Themi* Tak dipungkiri, bagi sebagian besar para siswa lulusan menengah atas yang ingin melanjutkan kuliah, persoalan memilih jurusan menjadi kebingungan tersendiri. Bahkan tak jarang, akibat merasa salah memilih jurusan saat SNMPTN tahun sebelumnya, sebagian besar mahasiswa tahun pertama kembali mengikut SNMPTN dengan jurusan yang berbeda. Atau ada yang lebih ekstrem, memilih berhenti ( Drop Out ) kuliah disaat masa perkuliahan telah setengah jalan, karena alasan tak sejiwa dengan jurusan yang dijalankan. Adanya masalah akibat kesalahan memilih jurusan semacam itu, pada dasarnya karena saat diawal keputusan memilih jurusan, pertimbangannya seringkali didominasi oleh “kata orang”. Atau bahkan karena ikut-ikutan teman dan orang sekitar. Bukan kata hati nurani sendiri.

Memahami Fenomena GOLPUT

Gambar
Oleh. M. Iqbal Themi* Trend pemilih Golput yang keluar sebagai pemenang dalam beberapa penyelenggaraan pemilukada di Indonesia akhir-akhir ini, sudah seharusnya menjadi kerisauan yang dicarikan solusinya oleh semua stakeholder pemilukada di Sumatera Selatan. Sebut saja persentase 36 % pemilih Golput di Pilkada Jabar lebih besar dibandingkan suara pemenang Aher-Dedy yang hanya 32%. Sementara, di Sumatera Utara angka pemilih Golput sebesar 51.50% menang telak atas suara pemenang Gatot-Erry sebesar 33% dari seluruh total pemilih tetap.

Pesisir Barat di Pusaran Penentuan

Gambar
Oleh. M. Iqbal Themi* Tepatnya, pada bulan oktober 2012 lalu krui telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai kabupaten tersendiri, memisahkan diri dari kabupaten induk lampung barat. Dengan nama Kabupaten Pesisir Barat (KPB) dan krui pun sebagai ibu kotanya. Secara kontekstual, Pemekaran KPB haruslah menjadi momentum bagi masyarakat di daerah ini untuk berbenah melakukan perbaikan. Menjadi daerah lebih maju.

Kata Mereka . . .

Gambar
. . . buku ini dapat menjadi oase bagi generasi muda, khususnya para mahasiswa. Semoga apa yang dilakukan bung iqbal dapat memberi kontribusi positif masa depan Indonesia lebih baik.   DR. Rizal Ramli , Mantan Menko Perekonomian RI era Presiden KH. Abdurahman Wahid Tajam dan menukik pada inti persoalan. Kita butuh visi untuk menembus kabut tebal kekinian dan energi besar untuk merangsek menembus masa depan. Wajib dibaca.   RIJALUL IMAM, S.HUM., M.SI , Direktur Eksekutif Future Depelopment Institute (FDI), Penulis buku: Menyiapkan Momentum . Idealnya seorang mahasiswa memang harus mampu menjadi front line dalam merentas kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. buku ini layak untuk dibaca oleh siapapun, oleh mahasiswa sebagai pelaku utamanya agar mampu bersikap layaknya seorang mahasiswa, dan oleh masyarakat luas agar bisa memahami apa yang diinginkan mahasiswa dalam perjuangan cita-cita idealnya sebagai anak bangsa.   SAYUTI RAMBANG, SH , Aktivis ...

Sekeping Rindu untuk Guru

Gambar
Mengenang Indah Guru-Guru Hebat Sepanjang Masa (Persempahan Spesial di Hari Pendidikan Nasional 2013 buat para Guru Hebat di SDN 3 marang, SMPN 1 Bengkunat dan SMAN 1 Pesisir Selantan)   Oleh. M Iqbal Themi* Dear my Teacher Apa gerangan khabarmu disana guruku? Masihkah kau menjadi pendidik di sekolah hebat kita? Atau kini kau telah beralih tugas mendidik di sekolah lain? Ah, betapa lamanya aku tak lagi tahu tentangmu. Sampai khabarmu saja aku tak lagi pernah tahu. Guruku, tentu itu bukan karena aku telah melupakanmu. Karena tanpa perantaramu hidupku pastilah tak menentu. Sebab ,tak ada ilmu yang menjadi pemandu. Jika pun saat ini kau tengah merasa aku melupakanmu. Sungguh itu hanya “bisikan” ditelingamu – yang entah – datangnya dari mana. Namun, hendak membuat kita tak pernah lagi bisa menyatu. He e   Percayalah, pada ku. Jika di hati ini nama-nama mu telah terlanjur ku ukir dengan indah. Pakai tinta emas yang ku ambil langsung dari se...

Mengurai akar gejala Post Power Sindrom ADK

Gambar
Post Power Sindrom (PPS), sebuah gejala stagnasi atau penurunan menukik yang terjadi pada pribadi seseorang pasca ia terlepas dari semua macam atribut, status sosial, jabatan dan sebagainya yang sebelumnya di emban. Sebenarnya gejala PPS semacam ini bukan hanya mendera para aktivis mahasiswa semata. Di tataran elite struktur kenegaraan sekalipun hal semacam ini tak luput juga terjadi. Pada kesempatan kali ini saya hanya mencoba mengurai berbagai penyebab yang melatari belakangi timbulnya gejala semacam ini. semua berdasarkan pengalaman, pengamatan, diskusi bersama teman mengenai dinamika yang terjadi secara langsung. Jadi alur penulisan opini ini lebih menyerupai laporan jurnalis ketimbang karya tulis ilmiah.

Surat untuk Sahabat jadi Sarjana

Gambar
Lagi, hari ini ada jadwal wisuda di kampus kita. dan kini giliranmu untuk turut serta ambil bagian memenuhi ruangan itu. Ruangan dimana engkau di kukuhkan sebagai sarjana bersama teman-teman kita yang lain. Ehm,.. Selamat dan Sukses menjadi sarjana kawan. Engkau bahagia pastinya hari ini kawan, lihatlah senyum bahagiamu dari cermin itu seakan tak kenal lelah kau pancari pada setiap sahabat dan kerabat yang datang menghampirimu untuk sekedar memberi ucapan selamat padamu. 

Perjalanan Menuju Netherland Fellowship Programme (NFP) Scholar

Gambar
(Tulisan ini di Share dari Ridwansyah Yusuf Achmah seorang mahasiswa alumnus ITB yang mendapatkan beasiswa NFP di kampus  Institite of Social Studies  holland) Pada kesempatan ini saya bermaksud sedikit berbagi tentang beasiswa yang telah saya dapatkan, namanya Netherland Fellowship Programme atau lebih dikenal dengan NFP. Beasiswa ini adalah beasiswa yang dikelola langsung oleh pemerintah Kerajaan Belanda untuk pelajar di 60 negara di dunia, termasuk salah satunya Indonesia. Bisa jadi sahabat semua lebih mengenal dengan beasiswa Stunned untuk ke Belanda. Bedanya apa? Sederhananya, beasiswa Stunned adalah beasiswa yang dikelola oleh Kedutaan Belanda di Indonesia yang memang di dedikasikan khusus untuk calon pelajar di Indonesia, sedangkan NFP itu seleksinya langsung bersama 60 negara lain. Jadi ya lebih kompetitif gitu. Selain itu Stunned lebih banyak di dedikasikan untuk mereka yang sudah jadi PNS atau program Double Degree kerjasama kampus seperti UGM, UI, dan ITB.

Pukul Satu

Oleh. M. Iqbal Themi Waktu baru menunjukan pukul satu, Saat siang bukanlah dini hari,.. Sedangkan, Petang masihlah jauh untuk datang, Tapi, Engkau telah bergegas,.. Menghimpun semua perkakas kepunyaanmu Lalu, kau pun pergi terburu-buru Dan bertepi,…

Apa pentingnya Mahasiswa berpolitik?

Gambar
Oleh. M. Iqbal Themi (Tulisan di dedikasikan buat sesama rekan mahasiswa yang Apolitik) Kampus sebagai miniatur sebuah Negara, didalamnya para mahasiswa menjalankan praktek miniatur kenegaraan yang biasa dilaksanakan oleh para pemimpin, negarawan, politikus sesungguhnya, seperti: Menjalankan fungsi lembaga-lembaga miniatur kenegaraan (baca: organisasi mahasiswa), Mentransfer pemikiran kepada sesama rekan mahasiswa, terlibat dalam pemilihan umum mahasiswa, bermusyawarah dalam mengambil keputusan, menggunakan hak-haknya di parlemen kampus dan sebagainya. Singkatnya, di dalam kampus mahasiswa melakukan kegiatan politik kampus.

Aktivis, Kok Letoi Merekrut?

Gambar
  Oleh: M. Iqbal Themi (Tulisan ini Penulis dedikasikan buat para Aktivis Mahasiswa di seantero Indonesia yang tengah aktif berjuang melakukan regenerasi organisasinya, Semoga dapat memberi inspirasi) Berakhir sudah masa orientasi pengenalan pendidikan kampus bagi mahasiswa baru 2012. Kegiatan yang lebih familiar dengan sebutan OSPEK ini telah jadi hajatan yang sakral untuk dilaksanakan oleh setiap kampus setiap kali usai menerima mahasiswa baru. Mulai dari jajaran rektorat, dekatan, jurusan hingga para senior mahasiswa semua terlihat tidak mau ketinggalan untuk ambil bagian dalam setiap kali pelaksanaan OSPEK di setiap tahunnya.

Untukmu Maba'12 (Seri 4), Apa pentingnya pilih Lingkungan baik di Kampus?

Gambar
  Oleh: M. Iqbal Themi (Tulisan ini Penulis dedikasikan buat adik-adik Mahasiswa Baru 2012 di Seantero Indonesia, Semoga dapat memberi inspirasi dan manfaat) Ada sebuah cerita seseorang yang ingin bertobat, padahal ia sudah membunuh 99 kali dan belum pernah melakukan kebaikan. Ketika bertanya kepada seorang rahib tentang peluang tobatnya, sang rahib mengatakan tidak ada lagi peluang untuk tobat, maka kemudian dibunuhlah rahib itu dan genaplah 100 nyawa yang melayang melalui tangannya. Lalu, dia mendatangi seorang alim, kemudian orang alim itu memberikan kabar gembira bahwa Allah akan menerima tobat hamba yang bersungguh-sungguh. Hingga akhirnya, orang alim itu menyuruh laki-laki tersebut untuk meninggalkan kampung halaman dan lingkungan pergaulannya yang dahulu, lalu berhijrah menuju perkampungan orang-orang saleh .

Untukmu Maba'12 (Seri 3), Mulai dari Kompetisi hingga Uang Rakyat

Gambar
  Oleh: M. Iqbal Themi (Tulisan ini Penulis dedikasikan buat adik-adik Mahasiswa Baru 2012 di Seantero Indonesia, Semoga dapat memberi inspirasi dan manfaat)   Sejak dari awal tentulah kita sudah terlebih dahulu tahu jika ingin menjadi mahasiswa itu tidak mudah. Mesti ikutan ajang adu kompetisi terlebih dahulu. Dan persaingannya pun terbilang sulit dan ketat. Betapa tidak, Karena jumlah kuota yang disediakan oleh setiap kampus sangat tidak sebanding dengan jumlah peminat yang membeludak ingin merebutnya. Sebagai contoh untuk masuk jurusan favorit di Unsri misalnya ( contoh : Ekonomi) perbandingan tingkat kompetisinya 1:25. Artinya, jika kita merasa bangga karena bisa masuk jurusan ekonomi Unsri, ada 24 anak muda Indonesia yang sebaya dengan kita, punya ambisi dan cita-cita sama seperti kita harus menangis karena gagal masuk Ekonomi Unsri.

Untukmu Maba'2012 (Seri 2): Mencari Tujuan menjadi MAHASISWA

Gambar
  Oleh: M. Iqbal Themi (Tulisan ini Penulis dedikasikan buat adik-adik Mahasiswa Baru 2012 di Seantero Indonesia, Semoga dapat memberi inspirasi dan manfaat)  Sekarang coba sejenak kita renungkan kembali apa sih tujuan utama kita memilih untuk kuliah? Apa yang jadi ambisi kita saat mengaharuskan diri untuk jadi mahasiswa? Dari sekian banyak alasan yang kerap melatar belakangi tujuan seseorang untuk kuliah dan menjadi mahasiswa sebenarnya mencakup tiga hal pokok, yang kesemuanya berkaitan erat dengan kebutuhan ekonomis manusia, yakni: mendapatkan gelar sarjana, mencari ilmu pengetahuan, dan agar mudah mendapatkan pekerjaan berkelas di perusahaan ternama. Mari kita telaah satu per satu: