Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2014

Tentang Kereta Api dan Kereta Politik

Gambar
Oleh. M. Iqbal Themi* Pertanyaannya, kereta mana yang paling mengenakan ditumpangi? Kereta api kah atau kereta politik? Menjawabnya tentu kita tak bisa melepas dari apa yang disebut fenomena lapangan. Iya, fenomena yang terjadi pada kedua kereta tersebut secara kekinian.

Bagi yang pernah mengalami naik kereta api, tentu bisa membayangkan bagaimana gerbong kereta api itu berjalan. Bermula dari stasiun sebagai titik awal keberangkatan, menanti penumpang. Penumpang yang telah memiliki tiket, masuk ke area dimana kereta berada. Lewat pintu masuk dan karcis diperiksa, oleh petugas.

Memanusiawikan Politik

Gambar
Oleh. M. Iqbal Themi*
 Mengapa “politik” saat ini menjadi semakin tak manusiawi? Semata identik dengan prosesi perebutan kekuasaan yang culas, kejam dan selalu berakhir dengan happy ending korupsi. Sebuah pendangkalan makna politik yang demikian parahnya.
Tak dipungkiri, saat mendengar kata “politik” banyak orang seketika menjadi sinis. Pikirannya tertuju pada spanduk dan baliho yang terpasang semerawut, arak-arakan masa, saling serang antar masa pendukung, saling jatuhkan dalam merebut/mempertahankan kekuasaan. Para pejabat yang korup, money politic dan hal sejenis lainnya. Akibatnya, “politik” pun semakin hari semakin tak manusiawi. Seolah tak lagi enak didengar, tak lagi pantas diucapkan, juga tak lagi layak dikerjakan. Karena “politik” telah berubah haluan. Bertentangan dengan kodrat manusia sebagai pemimpin semesta alam.

Momentum Hijrah Politik

Oleh. M. Iqbal Themi*
Maka dalam konteks menyongsong pesta demokrasi 2014, juga merupakan momentum melakukan hijrah berpolitik bangsa Indonesia. Yakni: berhijrah dari cara-cara berpolitik kotor yang penuh money politic, umbar janji kosong, dan penuh intrik kecurangan menuju cara-cara politik sehat yang humanis, sarat gagasan, dan mengedepankan kejujuran dan integritas.

Momentum penyambutan tahun baru, sudah lazim diwarnai dengan suasana malam yang gegap gempita, riuh dan penuh sorak sorai. Berbagai event perayaan pun dihelat, mulai dari keriuhan meledakan petasan ke angkasa, menyalakan kembang api hingga saling adu keras suara terompet tepat di malam pergantian pukul 00.00 WIB. Event perayaan penyambutan tahun baru semacam ini, bukan hanya ditemukan di Indonesia, melainkan semua negara seakan tak ada yang ingin tertinggal, larut dalam perayaan pergantian tahun baru.